PRINSIP BAIK DALAM MENJALANI HIDUP
1. Niat yang lurus
Berikut ini syarah (penjelasan) hadits tentang niat. Semoga Allah menjadikan penulisan risalah ini ikhlas karena-Nya dan bermanfaat, Allahumma amin.
ٍعَنْ عُمَرَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّةِ وَلِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لدُنْيَا يُصِيبُهَا أَوِ امْرَأَةٍ يَتَزَوَّجُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ
Dari Umar radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Amal itu tergantung niatnya, dan seseorang hanya mendapatkan sesuai niatnya. Barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, dan barang siapa yang hijrahnya karena dunia atau karena wanita yang hendak dinikahinya, maka hijrahnya itu sesuai ke mana ia hijrah.” (HR. Bukhari, Muslim, dan empat imam Ahli Hadits) .
Jadi sebelum kita melakukan suatu kegiatan kebaikan pastikan terlebih dahulu kita melakukan niat yang lurus dan ikhlas hanya kepada Allah Ta'ala. Karena apabila kita ingin melakukan perbuatan baik/positif tanpa adanya alasan yang jelas untuk melakukan hal tersebut maka kita tidak akan selalu mendapat manfaat dari Allah karena semuanya tanpa disertai tujuan dan niat yang jelas maka kita tidak akan fokus pada hal yang kita jalani maupun akan kita jalani. Mulai dari sekarang cobalah untuk meluruskan niat bahwa setiap perbuatan baik kita semata-mata hanya kepada Allah dan untuk kebaikan diri sendiri serta lingkungan masyarakat.
2. WAKTU yang terurus
Waktu itu ibarat pedang bermata ganda, bisa mendatangkan kebahagiaanmu dan bisa pula menjadi bumerang yang mendatangkan kesengsaraanmu.
Al-Imam Asy-Syafi'i rahimahullah menyebutkan sebuah perkataan :
Al-Imam Asy-Syafi'i rahimahullah menyebutkan sebuah perkataan :
الْوَقْتُ سَيْفٌ فَإِنْ لَمْ تَقْطَعْهُ قَطَعَكَ، وَنَفْسُكَ إِنْ أَشْغَلْتَهَا بِالْحَقِّ وَإِلاَّ اشْتَغَلَتْكَ بِالْبَاطِلِ
"Waktu ibarat pedang, jika engkau tidak menebasnya maka ialah yang akan menebasmu. Dan jiwamu jika tidak kau sibukkan di dalam kebenaran maka ia akan menyibukkanmu dalam kebatilan" (Dinukil oleh Al-Imam Ibnul Qoyyim rahimahullah dalam kitabnya Al-Jawaab Al-Kaafi hal 109 dan Madaarijus Saalikiin 3/129).
"Waktu ibarat pedang, jika engkau tidak menebasnya maka ialah yang akan menebasmu. Dan jiwamu jika tidak kau sibukkan di dalam kebenaran maka ia akan menyibukkanmu dalam kebatilan" (Dinukil oleh Al-Imam Ibnul Qoyyim rahimahullah dalam kitabnya Al-Jawaab Al-Kaafi hal 109 dan Madaarijus Saalikiin 3/129).
Maka dari itu mari kita sama-sama memanfaatkan waktu dengan baik dan bijak jangan sampai waktu itu malah yang membuat kita terlena karena ingatlah waktu saat ini tidak akan bisa diulangi maupun di percepat. Mari kita sibukkan diri dengan kegiatan yang positif sehingga tidak ada waktu yang terbuang dengan sia-sia dan lihatlah apakah amalan baik kita bertambah dari hari ke hari atau malah turun naik ? Cobalah untuk membuat grafik yang progressif walaupun tak 100% setiap orang mampu dan bisa melakukannya tetapi alangkah baiknya kita mencobanya terlebih dahulu sebelum menyerah terlebih dahulu. Ingatlah banyak orang yang menyesal waktu tidak dapat berputar kembali dan berharap-harap hal itu akan terjadi namun tidak akan pernah bisa hal tersebut terjadi. Jadilah orang yang tersenyum dimasa mendatang tanpa adanya penyesalan di masa lalu.
3. Usaha yang terus menerus
terjemahan surat Ar-Ra'd ayat 11. ....إِنَّ اللَّهَ لا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ
حَتَّى يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ .... artinya: “Sesungguhnya Allah tidak
akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa apa
yang pada diri mereka ” .
apa hikmahnya dari sepenggal dari ayat di atas?
apa hikmahnya dari sepenggal dari ayat di atas?
Artinya bahwa kita sudah sepatutnya berikhtiar dan berusaha semaksimal mungkin. Karena Allah menyukai orang-orang yang kaya sesuai dengan salah satu hadits "Tangan diatas lebih baik daripada tangan dibawah" Maka dari itu percuma saja niat kita sudah lurus, waktu kita sudah terurus namun usaha kita belum maksimal. Dengan demikian hindarilah untuk menjadi orang yang miskin karena kita ditakdirkan menjadi orang yang kaya. Namun jangan sampai kita berputus asa apabila gagal atau menemui suatu hambatan karena Allah tidak akan menciptakan sesuatu tanpa adanya hikmah maupun manfaaat. Teruslah berlari dan lihatlah kearah depan bahwasanya sudah nampak garis finish yang indah apabila anda memilih meneruskan perjalanan anda dengan kerja keras dan disertai dengan niat. Janganlah hiraukan orang-orang yang tidak mendukung perjalanan anda menuju garis finish tersebut apabila mereka tidak mendukung perjalanan anda tersebut
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اصْبِرُوا وَصَابِرُوا وَرَابِطُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
4. Sabar yag tiada putus
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اصْبِرُوا وَصَابِرُوا وَرَابِطُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
“Hai
orang-orang yang beriman, bersabarlah dan kuatkanlah kesabaranmu…” (QS.
Ali Imran: 200)
Setelah kalian berusaha semaksimal mungkin maka tahap selanjutnya yang harus dilewati adalah bersabar dan bertawakkal kepada Allah karena hanya dengan Nya lah kita tempat kita bersandar dalam kebahagiaan ataupun kesedihan setelah kita melakukan sesuatu pekerjaan








